Tutorial Samba

Menyandingkan Linux ke Windows dengan Samba

By: mahyuddin*

Menghubungkan jaringan komputer dengan sistem berbeda tidaklah sulit hal ini karena sudah adanya layanan-layanan yang sudah disediakan oleh sistem operasi yang bersangkutan. Seperti pada Linux untuk berhubungan dengan sistem lain maka Linux membutuhkan suatu service yang disebut dengan Samba, dimana samba ini digunakan Linux untuk menjadi client maupun server di jaringan yang ada sistem operasi windowsnya.

Samba adalah program aplikasi yang mengimplementasikan protokol Server Massage Block (SMB) di lingkungan Unix atau Linux. Protokol ini mempunyai fungsi utama untuk berbagi (sharing) file dan printer. Samba dapat menjadi jembatan untuk mengatasi masalah komunikasi antar jaringan, baik dalam lingkungan Linux/unix maupun platform lainya.

    1. Penginstalasian Samba di Linux

    Untuk menginstall samba user harus log-in sebagai root, log-in sebagai root dapat melalui terminal konsole dengan cara sebagai berikut:

    ardienz@udienz:~$ su

    password:

    udienz:~#/home/udienz#

    Kemudian install samba

    udienz:~# apt-get install samba smbclient smbfs

    Atau bila menggunakan Ubuntu/Edubuntu/Kubuntu dapat menggunakan perintah sudo

    ardienz@udienz-ubuntu:~$ sudo apt-get install mc

    ardienz@udienz-ubuntu:~$ sudo apt-get install smbclient smbfs

    ardienz@udienz-ubuntu:~$ sudo apt-get install samba smbclient smbfs

     

    Kemudian konfigurasikan samba dengan membuka /etc/samba/samba.conf dengan Midningt Commander atau gedit atau kedit bila menggunakan desktop KDE

    ardienz@udienz-ubuntu:~$ Sudo gedit /etc/samba/smb.conf

    ardienz@udienz-ubuntu:~$ Sudo mcedit /etc/samba/smb.conf

    #======================= Global Settings =======================

    [global]

    workgroup = mshome

    server string = %h server (Samba %v)

    wins support = yes

    wins server = w.x.y.z

    # include = /etc/samba/dhcp.conf

    dns proxy = no

    ; name resolve order = lmhosts host wins bcast

    #### Debugging/Accounting ####

    log file = /var/log/samba/log.%m

    max log size = 1000

    panic action = /usr/share/samba/panic-action %d

    ####### Authentication #######

    security = share

    encrypt passwords = true

    ; passdb backend = tdbsam guest

    ; obey pam restrictions = yes

    ; guest account = share

    ; invalid users = nobody

    ; unix password sync = no

    ; passwd program = /usr/bin/passwd %u

    ; passwd chat = *Enter\snew\sUNIX\spassword:* %n\n *Retype\snew\sUNIX\spassword:* %n\n .

    ; pam password change = no

    ########## Printing ##########

    load printers = yes

    printing = bsd

    printcap name = /etc/printcap

    printing = cups

    printcap name = cups

    printer admin = @ntadmin

    ######## File sharing ########

    preserve case = yes

    short preserve case = yes

    ############ Misc ############

    include = /home/samba/etc/smb.conf.%m

    socket options = TCP_NODELAY

    ; message command = /bin/sh -c ‘/usr/bin/linpopup “%f” “%m” %s; rm %s’ &

    ; domain master = auto

    ; idmap uid = 10000-20000

    ; idmap gid = 10000-20000

    ; template shell = /bin/bash

    #======================= Share Definitions =======================

    [homes]

    comment = Home Directories

    browseable = yes

    [data]

    comment= cobain aja deh

    path= /home/ ardienz/public

    browseable= yes

    read only= yes

    guest ok= yes

    writable= yes

    writable = yes

    create mask = 0777

    directory mask = 0777

    [netlogon]

    comment = Network Logon Service

    path = /home/samba/netlogon

    guest ok = yes

    writable = yes

    share modes = yes

    [printers]

    comment = All Printers

    browseable = yes

    path = /tmp

    printable = yes

    public = yes

    writable = yes

    create mode = 0700

    [print$]

    comment = Printer Drivers

    path = /var/lib/samba/printers

    browseable = yes

    read only = no

    guest ok = yes

    write list = root, @ntadmin, “Mahyuddin Susanto”

    [cdrom]

    comment = Samba server’s CD-ROM

    writable = no

    locking = no

    path = /cdrom

    public = yes

    preexec = /bin/mount /cdrom

    postexec = /bin/umount /cdrom

    Keterangan:

    Workgroup : setiap host atau client yang terhubung ke dalam satu jaringan yang sama (satu group) baik windows ataupun Linux harus memiliki workgroup yang sama.

    Guest account : diset sebagai nobody; guest account ini mengatur pemberian hak izin write ke semua user

    Security :option defaultnya adalah “user”, “share”, “server”, dan “domain”

    comment : komentar tentang drive tersebut

    path : letak direktori yang akan dishare

    read-only : option defaultnya adalah “yes” sehingga semua host yang ada tidak dapat melakukan perubahan apapun terhadap drive tersebut

    locking : hak izin read only untuk filesystem ataupun perangkat device (CD-ROM)

    browseable : Option defaultnya adalah “yes” sehingga drive yang dishare akan tampak pada komputer lain

    Public : option ini menyebabkan semua host dapat mengakses

    file atau direktori yang tershare tanpa adanya permintaan password dari komputer tersebut

    guest ok : fungsinya sama dengan public

    create mode : option ini untuk mengatur hak–hak yang akan diberikan kepada host lain terhadap file atau direktori yang akan dishare.

    Writable : option ini memberikan hak azas kepada host lain untuk melakukan perubahan pada file atau direktori yang anda share. Pilihan defaulnya adalah “no”.

     

    Setelah anda melakukan perubahan pada file konfigurasi di atas, restart kembali service samba anda untuk mendapatkan perubahan pada file konfigurasi tersebut. Perintah yang digunakan adalah:

    udienz:~# /etc/init.d/samba restart

    Apabila user ingin melihat file apasaja di komputer Debian/Ubuntu dapat menggunakan perintah:

    ardienz@udienz-ubuntu:~/public$ sudo testparm /etc/samba/smb.conf

    Load smb config files from /etc/samba/smb.conf

    Processing section “[printers]”

    Processing section “[print$]”

    Processing section “[Dekstop_Udienz]”

    NOTE: Service Dekstop_Udienz is flagged unavailable.

    Processing section “[Bolehdiakses]”

    Loaded services file OK.

    WARNING: passdb expand explicit = yes is deprecated

    Server role: ROLE_STANDALONE

    Press enter to see a dump of your service definitions

    [global]

    workgroup = LABKOMTEK

    server string = %h server (Samba, Ubuntu)

    security = SHARE

    obey pam restrictions = Yes

    passdb backend = tdbsam

    passwd program = /usr/bin/passwd %u

    passwd chat = *Enter\snew\sUNIX\spassword:* %n\n *Retype\snew\sUNIX\spassword:* %n\n *password\supdated\ssuccessfully* .

    syslog = 0

    log file = /var/log/samba/log.%m

    max log size = 1000

    dns proxy = No

    wins support = Yes

    panic action = /usr/share/samba/panic-action %d

    invalid users = root

    [printers]

    comment = All Printers

    path = /tmp

    create mask = 0700

    printable = Yes

    browseable = No

    [print$]

    comment = Printer Drivers

    path = /var/lib/samba/printers

    [Dekstop_Udienz]

    comment = desktopnya udienz hehehe

    path = /home/

    read only = No

    available = No

    [Bolehdiakses]

    path = /home/black/public

    read only = No

    guest ok = Yes

    Untuk melihat file atau direktori yang telah anda dan komputer lain share, anda dapat menggunakan browser konqueror yang mendukung protokol samba. Pada Url ketikkan : smbclient –U% -L <ip_address>

    ardienz@udienz-ubuntu:~/public$ sudo smbclient -U% -L \\192.168.171.1

    Domain=[LABKOMTEK] OS=[Windows 5.1] Server=[Windows 2000 LAN Manager]

    Sharename Type Comment

    ——— —- ——-

    Error returning browse list: NT_STATUS_ACCESS_DENIED

    session request to 192.168.171.1 failed (Called name not present)

    session request to 192 failed (Called name not present)

    Domain=[LABKOMTEK] OS=[Windows 5.1] Server=[Windows 2000 LAN Manager]

    Server Comment

    ——— ——-

    UDIENZ_XP

    Workgroup Master

    ——— ——-

    LABKOMTEK UDIENZ_XP

    LABKOMTEK BLACK-DESKTOP

    Bila user Linux ingin me-mount directory yang dishare dapat menggunakan perintah:

     

    udienz:~# smbmount//192.168.42.1/my_music /mnt/music

    Jika nama host atau IP_address yang anda masukkan ada dalam jaringan anda, maka konqueror webrowser akan menampilkan isi dari direktori yang dishare oleh komputer lain.

     

    Oleh:

    Mahyuddin Susanto

    Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Jember

    Asisten UPT-TI Universitas Jember, Aktifis IMM KoTA Universitas Jember, Ketua DPM Teknik Elektro Universitas Jember

    e-mail = udienz@gmail.com

    12 thoughts on “Tutorial Samba

    1. saya baru belajar linux, saya mau tanyakan. linux apa yang paling mudah untuk dipelajar dan dimengerti, terus apa kelebihan linux jika kita bandingkan dengan windows?

      Trims
      Made

    2. Is this the most detail tutorial about Samba?
      Are there any different about installation Samba for any kind of Linux Distro?

      I meant I have Ubuntu for Operation System, is this work?, anyway I’ll give it a try!

      Thanks……

    3. @samello

      many distro have same samba configuration, no matter what do you use, i start studied samba using Mandriva, debian and now Ubuntu. I don’t have any problem for configuration

    4. Salam kenal mas udin, saya baru pake n kenal linux 2 minggu belakangan ini dan distro yg saya pakai ubuntu dengan versi 9.10 desktop, unek2 yg ingin di tanyain sebagai berikut :

      Saya punya sekumpulan PC berjumlah 10 cpu dan semuanya sudah terintegrasi pada lokal area network, OS default 10 pc tadi adalah windows xp, sekarang ini saya bawa CPU saya dari rumah yg sudah terinstall karmic koala, samba sudah terinstall dan jalan, hanya saja konfigurasinya rada asal tp gak melenceng banget, dan hasilnya bahwa jika saya buka network places 10 pc tadi yg ber OS xp itu dari ubuntu 9.10 semua terbuka secara normal namun jika dari windows Xp akan masuk folder yg saya share di ubuntu maka muncul kotak dialog masukan username & password login untuk masuk padahal letak path share foldernya ubuntu tsb sudah terlihat di network places workgroup…dari deskripsi di atas jadi apa kurang dari konfigurasi samba pada ubuntu 9.10 saya, tolong penjelasan rinci dan logika apa saja yang harus saya rubah pada smb.conf, Terima kasih sebelumnya

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s